Tim SAR Perluas Pencarian Korban Longsor Cisarua hingga 10 Orang

Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan tengah giat melaksanakan operasi pencarian korban bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Memasuki hari kesembilan, situasi semakin mendesak untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang terkubur di dalam material longsoran.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menegaskan bahwa tim telah memfokuskan upaya pencarian pada sektor-sektor prioritas dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Penanganan risiko longsor susulan juga menjadi perhatian utama dalam setiap langkah yang diambil selama operasi.

“Jumlah unsur SAR yang terlibat semakin bertambah, sehingga kami memperluas area pencarian untuk memastikan bahwa semua sektor dapat diakses secara optimal,” jelas Dian di Bandung, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam tim SAR.

Penerapan Teknologi untuk Pemetaan Kondisi Longsor

Penggunaan teknologi canggih seperti drone UAV telah diterapkan untuk melakukan pemetaan kondisi area longsor. Pekerjaan ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB, yang bertujuan untuk menilai potensi bahaya dan menentukan jalur evakuasi yang aman bagi para petugas penyelamat.

Dian juga menekankan pentingnya asesmen yang dilakukan sebelum memulai pencarian di lapangan. “Kami hanya melanjutkan operasi di area yang telah dinyatakan aman oleh safety officer,” tambahnya, menegaskan komitmen terhadap keselamatan tim.

Penggunaan 22 ekor anjing pelacak K-9 turut membantu dalam pencarian, menjelajahi berbagai sektor seperti sektor Alpha, Bravo, dan Charlie. Metode yang digunakan mencakup pencarian manual serta dukungan dari alat berat yang disesuaikan dengan kondisi medan.

Keselamatan Personel dalam Operasi Pencarian Korban

Sebelum memulai operasi, tim SAR tidak hanya melakukan asesmen tetapi juga memastikan bahwa personel dilengkapi dengan perlindungan yang memadai. Upaya ini bertujuan untuk meminimalisasi risiko yang dihadapi oleh lebih dari 3.700 personel yang terlibat.

Selain itu, tim juga mengoperasikan 18 unit alat berat dengan berbagai tipe, mulai dari PC 75 hingga PC 300. Semua alat ini dirancang agar mampu mengatasi medan berat dan mengoptimalkan proses pencarian serta evakuasi.

Dian memaparkan bahwa efektivitas penggunaan alat berat disesuaikan dengan hasil asesmen keselamatan yang dilakukan. Setiap langkah diambil dengan pertimbangan matang agar tetap aman bagi seluruh anggota tim.

Data Korban dan Upaya Penanganan Pasca-Bencana

Sampai saat ini, jumlah korban yang terdampak bencana tanah longsor mencapai 158 jiwa. Dari total tersebut, 78 orang dinyatakan selamat, sementara 70 lainnya telah dievakuasi dalam kantong jenazah.

Masih ada sekitar 10 orang yang diduga masih terjebak di bawah timbunan material longsor. Proses evakuasi bagi mereka yang tertimbun menjadi prioritas utama dalam operasi yang tengah berlangsung.

Pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait. Penanganan darurat ini adalah bagian dari komitmen untuk memastikan bahwa setiap korban yang masih hilang dapat ditemukan secepatnya.

Related posts